Thursday, January 26, 2017

Cara Menanam Bawang Putih

Bawang Putih merupakan bumbu masak wajib terutama di Indonesia. Mulai dari nasi goreng hingga soto semuanya menggunakan bawang putih sebagai penambah cita rasa masakan. Pembudidayaannya pun dilakukan secara besar-besaran mengingat permintaan akan bawang putih seolah tidak ada habisnya. Dengan harga yang relatif stabil, budidaya menanam bawang putih merupakan sebuah prospek menarik mengingat jumlah petani yang membudidayakan tanaman ini masih terbatas.


Proses budidaya bawang putih sendiri sebenarnya tidak terlalu sulit. Caranya dapat dilihat dibawah ini :

1. Persiapan lahan
Untuk bawang putih tanah yang cocok adalah tipe tanah bertekstur lempung dengan pH 5,6-6,8 dan memiliki drainase yang baik. Setelah menemukan lokasi yang cocok mulailah pembukaan lahan. Caranya dengan membersihkan sisa-sisa tanaman yang ada di dalam atau di atas permukaan tanah lewat pembajakan sedalam 20-30 cm.

Dalam seminggu pembajakan dilakukan sekitar 2-3 kali. Setelah lahan selesai dibajak, buatlah bedengan dengan lebar 60-150 cm, tinggi 20-50 cm, dan panjangnya disesuaikan dengan luasnya lahan. Jangan lupa untuk membuat parit untuk irigasi dengan lebar 30-40 cm di antara bedengan. 

2. Penanaman
Bibit umbi bawang putih yang akan ditanam harus memiliki ukuran yang sama dan seragam. Bibit berkualitas baik adalah berukuran sedang, sehat, keras, dan permukaan luarnya licin atau mengkilat. Untuk cara penanaman, pertama tanam umbi dengan kedalaman 2-3 cm. Sesuaikan jarak tanam dengan ukuran siung yang akan digunakan, contohnya untuk suing berbobot 1,5 gram jarak tanamnya minimal 20x20 cm. Untuk kebutuhan bibit, setiap satu hektar lahan akan membutuhkan sekitar 1.600 kg jika berat siung bibit 3 gram.

3. Pemupukan
Pemupukan susulan dilakukan sebanyak 3 kali, yaitu pada usia 15, 30 dan 45 hari setelah tanam dengan campuran pupuk kandang 200 kg Urea + ZA + 100kg KCL 100 kg per ha untuk setiap pupuk tambahan. Caranya yaitu dengan menyebarkan pupuk diantara deretan tanaman diikuti oleh penyiraman. Pemupukan dilakukan oleh aplikasi membenamkan pupuk di samping berbagai tanaman baris seperti bagaimana menyediakan pupuk dasar. Penggunaan pupuk anorganik dapat diimbangi dengan pupuk organik atau kompos diseseuaikan dengan kebutuhan tanaman.

4. Pengairan
Pengairan bawang putih dilakukan dengan cara membuat parit di antara bedengan. Lalu isi parit tersebut hingga penuh dengan air. Penyiraman dilakukan setiap hari pada awal masa tanam. Namun setelah tanaman tumbuh dengan baik, frekuensi penyiraman dapat dikurangi menjadi seminggu sekali. Pasokan air dihentikan pada saat pembentukan umbi maksimal atau 10 hari sebelum panen, kira-kira saat daunnya sudah mulai menguning atau usia bawang putih mencapai 3 bulan setelah masa tanam.

5. Pemeliharaan
Pemeliharaan tanaman dilakukan 2-3 minggu setelah tanam, dengan cara menyiangi gulma yang tumbuh serta memperbaiki bedengan dengan selang waktu sekitar 20-30 hari. Jika laju pertumbuhan gulma cukup pesat, maka frekuensi penyiangan tersebut dapat ditambah. Lakukan penyiangan dengan hati-hati agar tidak merusak akar dan umbi-umbian yang masih baru.

6. Penanganan Masa Panen dan Pascapanen
Tergantung pada varietasnya, tapi umur panen umumnya sekitar 90-120 hari sejak penanaman. Ciri-ciri dari tanaman yang telah siap panen adalah batang yang keras dan 50% daun telah menguning atau mengering.

Video Cara Menanam Bawang Putih Sederhana

Cara panen dapat dilakukan dengan mencabut langsung apabila tanahnya ringan dan mencungkil jika tekstur tanahnya agak keras. Kemudian hasil panen tersebut diikat sebanyak 20-30 tangkai per ikat dan dijemur selama kurang lebih 2 minggu. Selama dikeringkan letakkan hasil panen diatas anyaman daun kelapa agar terhindar dari kerusakan.

Share:

Jual Benih Tanaman Hidroponik

Bagi Anda yang ingin bercocok tanam dan berkebun disekitar rumah atau pekarangan Anda dengan sistem budidaya hidroponik, maka Anda dapat menggunakan benih tanaman dalam kemasan eceran. Anda dapat melihat contohnya seperti pada laman bibitbunga .com, dimana tersedia berbagai macam benih tanaman yang siap ditanam secara hidroponik.


Sistem hidroponik memiliki banyak keunggulan seperti lebih hemat tempat, bebas pestisida, biaya pembuatan dan perawatan yang murah, dan masih banyak lagi. Dapat dibilang sistem hidroponik ini amat cocok untuk masyarakat perkotaan yang tidak memiliki lahan yang luas dan waktu yang banyak untuk merawat tanaman.

Jika tak ingin mengunakan sistem hidroponik, benih tanaman ini juga bisa ditanam langsung pada permukaan tanah seperti pada kebun atau pekarangan Anda. Semakin bagus kualitas benih, maka semakin cepat tumbuhnya dan semakin baik hasil panennya. 

Berikut ini merupakan macam-macam benih yang dijual pada situs bibitbunga .com dan dapat ditanam menggunakan sistem hidroponik :

• Benih Selada
Benih Selada Hidroponik
Selada merupakan sayuran yang mudah untuk dibudidayakan secara hidroponik dan hasil panennya cukup sering. Ia akan tumbuh subur asalkan mendapat cukup nutrisi dan terkena paparan sinar matahari. Umumnya dikonsumsi secara mentah dan banyak dijumpai sebagai pelengkap makanan seperti hamburger, hotdog, sandwich, dan lain-lain. Sayuran ini memiliki tekstur yang lembut dan renyah tanpa perlu dimasak, sehingga cocok untuk dijadikan salad atau lalapan.

• Benih Mentimun
Hasil Benih Mentimun Sistem Hidroponik
Mentimun merupakan sayuran yang berasal dari keluarga labu-labuan. Bagian yang biasa kita makan adalah buahnya, yang sering kita jumpai sebagai hiasan atau garnish pada hampir setiap masakan. Mentimun membutuhkan temperatur, intensitas cahaya, dan kelembaban yang agak tinggi, ditambah suplai air dan nutrisi secara terus menerus agar dapat tumbuh subur. 

• Benih Kangkung
Benih Kangkung Hidroponik Cocok Untuk Yang Baru Belajar Sistem Hidroponik
Kangkung merupakan salah satu tanaman paling umum dijumpai di Asia karena tumbuh hampir di setiap kawasan berair. Habitat alaminya tersebut menjadikannya cocok sebagai tanaman hidroponik. Perawatannya yang cukup simple dan rasanya yang enak ketika diolah menjadi makanan membuat sayuran ini menjadi favorit dimana-mana.

• Benih Brokoli
Benih Brokoli Yang di Tanam Menggunakan Polybag
Tanaman hijau yang masih satu famili dengan kailan dan pak choy, sayuran ini kurang disukai anak-anak karena rasanya. Namun sesungguhnya brokoli memiliki cita rasa tersendiri dan bermanfaat untuk menurunkan kolesterol serta banyak nutrisi penting lainnya. Menanam brokoli secara hidroponik tidak banyak berbeda dengan tanaman lainnya.

• Benih Bayam
Cara Menanan Bayam Hidroponik Sederhana
Sayuran berdaun hijau ini sangat bagus untuk dikonsumsi karena mengandung zat besi yang cukup banyak. Perawatan dan penanamannya pun cukup mudah sehingga menarik minat banyak orang untuk membudidayakannya secara hidroponik.

• Benih Paprika
Menanam Paprika Dengan Sistem Hidroponik
Merupakan sejenis cabe yang dapat digunakan sebagai bumbu masak maupun tanaman hias, paprika dikenal dengan nama bell pepper atau capsicum di luar negeri. Berasal dari suku terong-terongan, paprika memiliki banyak variasi warna seperti hijau, kuning, dan merah. Karena memiliki batang yang cukup tinggi, biasanya paprika membutuhkan tiang penyangga agar bisa tetap tumbuh lurus.

• Benih Tomat
Budidaya Tomat Dengan Metode Hidroponik
Buah yang sering dianggap sebagai sayur ini memiliki banyak kegunaan dalam dunia masakan, mulai dari sebagai hiasan, bahan dasar aneka macam saus, perasa, dan masih banyak lagi. Umumnya berwarna merah, namun banyak juga varietas lain yang berwarna hijau, kuning, putih, ungu, hingga agak kehitaman. Dapat ditanam secara hidroponik asalkan pemberian nutrisinya selalu diperhatikan.

• Benih Melon
Teknik Budidaya Melon Hidroponik
Buah berbentuk bulat dengan rasa manis dan berwarna kehijauan ini cocok untuk dibudidayakan secara hidroponik, namun lebih memakan tempat ketimbang tanaman lainnya karena ukurannya yang cukup besar. Melon memiliki banyak sekali kandungan vitamin dan mineral sehingga baik untuk kesehatan tubuh.

• Benih Ketumbar
Daun Ketumbar Hidroponik Menggunakan Pipa
Ketumbar atau dikenal juga dengan coriander atau cilantro merupakan tanaman rempah yang cocok untuk dibudidayakan secara hidroponik khususnya varietas Calypso, Santo, dan Marino. Seluruh bagian tanaman ini dapat digunakan sebagai bumbu masak, seperti bijinya yang umum digunakan dalam masakan Indonesia, bunganya digunakan untuk hiasan dalam masakan barat, sementara daunnya yang diiris tipis banyak digunakan dalam masakan Thailand.

Demikianlah jenis-jenis benih yang tersedia pada laman bibitbunga .com yang kiranya sesuai dengan keperluan Anda untuk bercocok-tanam secara hidroponik.
Share:

Wednesday, January 25, 2017

Aneka Ragam Tanaman Hias yang Tahan Terhadap Cuaca Panas

Tanaman hias di dunia ini bermacam-macam jenisnya, dan masing-masing memiliki habitatnya sendiri. Indonesia memiliki iklim tropis dengan cuaca yang cukup panas, sehingga tanaman hias yang cocok untuk dibudidayakan disini haruslah memiliki daya tahan terhadap panas yang cukup tinggi.

Berikut ini kami tampilkan tanaman-tanaman hias yang tahan terhadap cuaca panas :

Kaktus


Dengan habitat aslinya yaitu padang gurun yang tandus, tanaman kaktus memiliki daya tahan tinggi terhadap cuaca panas dan dapat tumbuh dalam waktu yang cukup lama tanpa air. Hal ini disebabkan kaktus memiliki daun berbentuk duri untuk mengurangi penguapan air melalui daun, akar yang panjang untuk memperlebar penyerapan air dalam tanah, dan ruangan dalam batangnya yang berfungsi untuk menyimpan air. Tanaman hias yang satu ini sangat cocok bagi mereka yang tidak ingin repot karena perawatannya amat mudah dan tidak memakan tempat. 

Bougenville


Tanaman hias yang memiliki bunga berwarna-warni ini merupakan salah satu tanaman hias paling populer di Indonesia. Tanaman ini juga dikenal dengan nama bunga kertas, karena kelopaknya yang tipis seperti kertas. Bougenville mempunyai variasi warna yang amat banyak, namun ada 5 macam variasi warna yang paling umum dijumpai yaitu pink, oranye, ungu, putih, dan kuning.

Selain warnanya yang indah dan menarik, bunga kertas ini juga tidak memerlukan banyak air dan dapat tumbuh dimana saja karena bunga ini cocok untuk ditanam di iklim tropis seperti Indonesia.

Kamboja


Kamboja merupakan tumbuhan yang tergolong ke dalam marga Plumeria. Tanaman hias yang satu ini identik dengan kuburan karena pada jaman dahulu sering ditanam sebagai tumbuhan peneduh dan penanda tempat pada areal pemakaman. Meskipun tidak ada yang merawat, tanaman ini dapat tetap tumbuh subur di pemakaman-pemakaman karena ia mampu beradaptasi dengan kondisi sekitarnya selama terkena paparan sinar matahari langsung. Di pulau Bali, tanaman ini sangat populer sehingga anda dapat menemukan bunga ini hampir di setiap pura dan sudut kampung.

Lidah Mertua


Tanaman hias yang satu ini cukup populer sebagai hiasan indoor karena hanya membutuhkan sedikit air dan sinar matahari. Ia juga memiliki beragam macam kegunaan seperti menetralisir udara kotor, menyerap radiasi, menghilangkan bau, dan lain sebagainya. Cara penanamannya pun cukup mudah, cukup sediakan campuran tanah, kompos, dan sekam bakar. Lidah mertua dapat hidup pada suhu 4-37 derajat Celcius, menjadikannya sebagai tanaman hias yang tahan terhadap cuaca panas maupun dingin.

Lidah Buaya


Manfaat lidah buaya atau dikenal juga dengan Aloe Vera merupakan tanaman herbal yang memiliki sejuta manfaat. Mulai dari penghias pekarangan, bahan baku industri makanan, tanaman obat, kosmetik alami, penyubur rambut, dan masih banyak lagi. Tanaman ini juga tahan akan panas dan cuaca kering, sehingga perawatannya tidak terlalu sulit. Cukup ditanam pada pot atau pekarangan dan diberi air secukupnya, maka ia akan tumbuh subur.

Krisan/Seruni


Bunga Seruni atau lebih dikenal dengan nama bunga Krisan adalah salah satu tanaman herbal yang memiliki daya tahan cukup tinggi pada cuaca panas, sehingga cocok untuk ditanam di daerah tropis seperti Indonesia.
Tanaman ini memiliki aroma yang wangi dan bentuk kelopak yang indah, menjadikannya salah satu tanaman hias yang cukup populer untuk ditanam di pekarangan rumah.

Lili Paris


Tanaman hias jenis semak yang satu ini memiliki nilai artistik yang cukup bagus dan perawatan yang mudah, sehingga banyak digunakan oleh desainer taman ataupun tukang kebun dalam pembuatan taman-taman. Memiliki nama latin Chlorophytum, tanaman ini masih satu famili dengan asparagus dan merupakan tanaman asli daerah tropis, sehingga dapat dipastikan tahan terhadap cuaca panas.

Palem


Tanaman yang satu ini sering kita lihat dimana-mana, mulai dari jalur hijau di pinggir jalan hingga di sudut-sudut pusat perbelanjaan. Palem termasuk ke dalam suku pinang-pinangan atau Arecaceae. Umumnya anggota suku ini memiliki ukuran yang tinggi dan besar, seperti pohon Kelapa. Namun ada juga tanaman palem berukuran kecil atau sedang yang digunakan sebagai tanaman hias. Palem hias ini cukup populer karena mudah ditanam, dan memiliki akar yang mampu menyerap air secara mandiri dari dalam tanah sehingga tidak perlu disiram.
Share:

Harga Durian Bibit Unggul

Buah durian merupakan buah yang berasal dari benua Asia dan dikenal dengan baunya yang khas dan rasanya yang enak. Akhir-akhir ini permintaan dan harga durian tergolong tinggi. Hal ini disebabkan karena durian memliki buah yang berdaging tebal dan rasa yang sangat enak sehingga wajar dihargai mahal, harga per buahnya berkisar di antara Rp. 150.000 – Rp. 300.000,-/buah.


Dengan harga yang cukup spektakuler, budidaya buah durian ini dapat memberikan keuntungan yang menggiurkan untuk siapa saja yang mengerjakannya. Sehingga usaha bercocok tanam durian merupakan usaha yang mempunyai prospek yang bagus bagi mereka yang berkecimpung di dunia agrobisnis. Untuk memulai usaha bercocok tanam durian tentunya kita harus terlebih dahulu membeli dan menyiapkan bibit unggulnya. Bibit durian ini ada bermacam-macam varietasnya dan harganya pun bervariasi.

Sekedar informasi berikut ini adalah jenis-jenis bibit unggul buah durian yang tersedia di toko online bibitbunga .com beserta harganya :
  • Bibit Durian Kani (Chanee) - 85rb
  • Bibit Durian Musang King - 115rb
  • Bibit Durian Monthong - 65rb
  • Bibit Durian Matahari - 55rb
  • Bibit Durian Orange - 75rb
  • Bibit Durian Sitokong - 65rb
  • Bibit Durian Merah - 170rb
  • Bibit Durian Pelangi - 120rb
  • Bibit Durian Duri Hitam - 120rb
  • Bibit Durian D24 - 65rb
  • Bibit Durian Bawor Kaki Tiga - 180rb
  • Bibit Durian Kumbokarno - 120rb
  • Bibit Durian Cempedak - 135rb
Dalam memilih bibit durian yang bagus, perlu diperhatikan fisiknya, seperti contohnya: tanaman terlihat sehat dan segar, memiliki batang yang keras, dan daun yang sehat dan rimbun. Jika daunnya terlihat layu atau hanya sedikit, maka kemungkinan akarnya memiliki kondisi yang kurang baik.

Bibit Durian Matahari
Bagi mereka yang baru ingin mencoba menanam durian, umumnya akan menemui kesulitan dalam membedakan jenis-jenis durian dari bibitnya. Sementara jika kita ingin melihat isi buahnya maka kita perlu menunggu cukup lama.

Cara paling mudah untuk membedakan durian ialah membedakannya dari bentuk daunnya. Sepintas memang semuanya terlihat sama saja. Namun jika dicermati maka akan terlihat ciri-ciri daun yang berbeda dari tiap jenis durian. Seperti misalnya durian bawor memiliki bentuk daun yang lebar dengan tulang daun dengan tiga percabangan. Sedangkan durian merah daunnya lebih lebar dan besar dibanding durian lokal lainnya.

Lokasi penanaman juga perlu diperhatikan. Banyak tempat di Indonesia yang cocok untuk ditanami durian, seperti Banyuwangi, Brastagi, Binjay, Lampung, Rancamaya, Wayakumbuh, dan masih banyak lagi.

Bibit Durian Kumbokarno
Secara keseluruhan, tempat penanaman durian yang ideal harus pada lahan tropis dengan ketinggian berkisar antara 50 hingga 1000 meter dpl (diatas permukaan laut) dengan suhu sekitar 23-30 derajat Celcius dan pH tanah sekitar 6-7.

Setelah Anda mendapatkan bibit unggul durian dengan harga yang sesuai dan lokasi untuk menanam durian anda, maka langkah selanjutnya adalah mempersiapkan lokasi tersebut agar siap untuk ditanam. Caranya yaitu dengan menggemburkan tanah lalu membuat lubang berukuran 50cm pada lahan tersebut, dengan jarak antar lubang sejauh 8-10 meter. Jarak ini diperlukan agar setiap tanaman durian tidak saling berebut nutrisi sehingga dapat tumbuh dengan subur. Jangan lupa untuk mempersiapkan tudung bagi bibit durian yang baru ditanam agar tidak kering dan mati. Baca Juga Pedoman Budidaya Durian 

Anda dapat melihat info lebih lengkap tentang masing-masing bibit durian unggul beserta harga dan cara membudidayakannya di situs bibitbunga .com
Share:

Tuesday, January 24, 2017

Bercocok Tanam Hidroponik Secara Sederhana

Apa itu hidroponik? Hidroponik adalah cara penanaman yang bukan menggunakan media tanah seperti biasanya, tetapi dengan menggunakan air. Metode penanaman hidroponik ini cukup populer terutama di daerah perkotaan atau perumahan yang padat penduduk dan jarang memiliki pekarangan atau kebun yang luas.

Hal ini dikarenakan tanaman hidroponik dapat ditanam menggunakan barang-barang bekas seperti pipa paralon, botol plastik, kaleng bekas, dan lain sebagainya dengan bentuk bertingkat, sehingga lebih hemat tempat dan ramah lingkungan. Mutu sayuran yang dihasilkan pun tidak kalah baiknya dengan yang ditanam secara biasa. Cukup membeli bibit tanaman dan nutrisi seperti pupuk sebagai modal awal dan Anda sudah bisa menikmati hasil panennya sebanyak 3-5 kali.

Dalam menanam dengan sistem hidroponik, media tanam dan nutrisi harus diperhatikan. Sebaiknya media tanam mempunyai poros yang cukup agar air dan nutrisi dapat terserap secara baik sehingga akar sebagai penopang tanaman menjadi kokoh.

Bercocok Tanam Hidroponik

Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai tahapan-tahapan dalam menanam tanaman secara hidroponik:

Pembibitan atau Penyemaian


Semaikan benih atau bibit yang akan ditanam terlebih dahulu dengan menggunakan media rockwool, yaitu semacam batu vulkanik yang telah dipanaskan sehingga steril dari hama tanaman. Tanam benih sekitar 2-3 benih untuk setiap rockwool menggunakan pinset. Basahi rockwool yang sudah diberi benih lalu letakkan di tempat gelap dan tunggu hingga berkecambah. Setelah itu pindahkan ke tempat terang namun hindari sinar matahari langsung, dan sirami dengan air pagi dan sore secukupnya. Tunggu kira-kira sekitar 1-2 minggu, setelah tumbuh maka tanaman siap dipindahkan ke media tanam.

Pembuatan Media Tanam


Untuk media tanam Anda bisa menggunakan campuran sekam bakar dan pasir kerikil yang ditempatkan ke dalam barang bekas seperti sudah disebutkan diatas, atau bisa juga menggunakan pot biasa. Selain pasir kerikil Anda juga dapat menggunakan media lain seperti sabut kelapa, akar/batang pakis, pecahan bata atau genteng, dan lain-lain.

Disini akan diajarkan cara membuat media tanam menggunakan botol plastik. Pertama-tama siapkan botol plastik yang sudah tidak dipakai. Lalu potong botol bekas menjadi 2 bagian atas dan bawah. Bagian atas tutupnya diberi sumbu kemudian dilubangi secukupnya agar sumbu tidak lepas, dari sumbu inilah air nutrisi akan terserap oleh akar. Setelah selesai masukkan campuran sekam bakar dan pasir kerikil ke dalam botol bagian atas yang sudah diberi sumbu, sementara bagian bawah botol diisi dengan cairan nutrisi hidroponik. Kemudian pasangkan botol bagian atas dan bawah dengan posisi tutup botol menghadap ke bawah.

Penanaman dan Pemberian Nutrisi


Setelah bibit dan media tanam sudah siap, Anda dapat memindahkan bibit dari tempat penyemaian. Lubangi media tanam kurang lebih 1-2cm kemudian tanam bibit disana. Untuk pemberian nutrisi, jika Anda menggunakan teknik sumbu atau wick, maka Anda tidak perlu menyiramkan air nutrisi secara manual pagi dan sore. Pemberian nutrisi ini sangat penting, Anda dapat meracik sendiri atau membeli nutrisi hidroponik yang sudah jadi di pasaran.

Perawatan

Perawatan tanaman hidroponik umumnya tidak berbeda jauh seperti perawatan tanaman biasa, yaitu menyiangi gulma, pemangkasan, dan lain-lain. Selain itu, Anda juga perlu memastikan agar tanaman terhindar dari hujan dan mendapat sinar matahari yang cukup. Jangan biarkan nutrisi sampai kosong karena dapat menyebabkan tanaman mati kekeringan.

Demikianlah langkah-langkah dalam membuat tanaman hidroponik secara sederhana, semoga informasi ini dapat membantu Anda. Selamat menanam!
Share:

Tips-tips Agar Pohon Durian Pendek Berbuah Lebat

Durian dikenal sebagai rajanya buah-buahan, terutama di Asia Tenggara karena rasanya yang lezat, daging buahnya yang tebal, dan aromanya yang khas. Banyak orang yang membudidayakan durian karena selain dapat mengisi waktu luang dan menyalurkan hobi, memelihara pohon durian juga dapat menjadi sumber penghasilan tambahan yang cukup lumayan mengingat tingginya harga buah durian.

Menanam durian tergolong mudah, namun agar pohon durian anda dapat berbuah lebat, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Pertama lokasi penanaman pohon durian akan berpengaruh kepada pertumbuhannya. Kedua campur tangan pemilik dan perawatan yang tepat akan menjadikan durian cepat berbuah dan hasilnya berkualitas tinggi.

Cara Agar Pohon Durian Pendek Berbuah Lebat

Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam merawat pohon durian agar dapat berbuah lebat :

Lokasi


Menentukan lokasi penanaman atau lahan kebun buah durian merupakan hal yang sangat penting. Karena durian memiliki beberapa syarat agar bisa tumbuh dengan subur, seperti :
  • Penanaman dilakukan pada lahan dengan ketinggian 50-1000 m diatas permukaan laut. 
  • Tipe tanah lempung berpasir yang memiliki banyak kandungan organik dan unsur hara.
  • Suhu lahan berkisar antara 21 sampai 30 derajat Celcius.
  • Memiliki curah hujan 1.500 hingga 2.500 mm per tahun.
  • Lahan memiliki pH tanah sebesar 6-7.

Bibit


Bibit yang berasal dari varietas unggulan akan menentukan pertumbuhan dan kualitas pohon durian Anda. Selain itu, bibit durian harus bebas dari segala macam hama penyakit. Ada beberapa jenis bibit durian yang keunggulannya sudah diakui seperti durian monthong, chanee, dan sitokong. Selain itu perhatikan pula kondisi bibit, bibit yang ideal umumnya memiliki ciri-ciri seperti berdaun banyak, bebas hama penyakit, batang kokoh dan terdapat banyak tunas baru. Jika Anda menginginkan hasil panen yang melimpah sebaiknya gunakan bibit-bibit unggulan tersebut yang dibeli di tempat pembibitan yang terpercaya atau yang bersertifikat.

Penanaman


Setelah Anda mendapatkan bibit unggulan, sebaiknya jangan langsung ditanam tetapi ditaruh dulu di dekat lokasi tanam agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang baru. Sementara itu bersihkanlah lahan dari gulma atau tanaman liar yang mengganggu kemudian dicangkul agar gembur lalu campurkan pupuk dan diamkan selama kurang lebih seminggu agar pupuk terserap sempurna oleh tanah. Setelah itu buatlah lubang dengan jarak antar lubang kurang lebih 8x8m, lalu tanam bibit Anda disitu. Bibit durian sebaiknya dimasukkan dalam posisi tegak, lalu timbun dengan tanah hingga batas leher akar.

Perawatan


Durian membutuhkan banyak air sehingga perlu penyiraman secara teratur setiap hari pada awal masa tanam. Oleh karena penyiraman secara rutin ini, tanah seringkali menjadi padat sehingga perlu digemburkan dan disiangi agar peresapan air dan sirkulasi udara kembali lancar.

Dalam membersihkan gulma atau tanaman liar yang tumbuh kemudian, sebaiknya jangan menggunakan cangkul karena dapat merusak akar tanaman.

Setelah kurang lebih 3 bulan ditanam, berikanlah pupuk buatan sebanyak 200g per pohon dengan rutin setiap 4 bulan sekali hingga tanaman berusia 3 tahun. Selain itu jangan lupa memberikan pupuk kompos atau pupuk kandang yang sudah matang setiap tahunnya.

Panen


Setelah melewati tahap-tahap diatas Anda harus bersiap-siap untuk memanennya, tergantung dari varietas yang Anda gunakan. Sebagai contoh, durian lokal umumnya dapat dipanen setelah berusia 8-10 tahun sejak masa tanam, sementara durian monthong dapat dipanen dalam kurun waktu 3-4 tahun setelah masa tanam. Buah durian yang sudah masak dan cukup besar sebaiknya diikat menggunakan tali rafia, untuk menghindari kecelakaan akibat tertimpa buah durian yang jatuh.

Buah durian yang sudah siap untuk dipanen umumnya memiliki ciri-ciri ujung durinya kecoklatan, mengeluarkan aroma harum khas durian, warna garis diantara duri terlihat kontras, dan terdengar bunyi menggema apabila durian dipukul.

Setelah buahnya habis dipanen, sebaiknya dilakukan pemupukan ulang dan perawatan seperti memotong ruas-ruas cabang yang rusak, sehingga pohon durian tetap sehat dan dapat berbuah kembali pada tahun berikutnya.

Video Teknologi Menanam Buah Durian

Share: